METRO98.COM II Kota Bogor, — Momentum bersejarah bagi dunia Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) tercipta di Kota Bogor. Bertempat di kawasan Jajan-Jajan Panduraya, Selasa malam (28/04/2026), tujuh organisasi kemasyarakatan besar secara resmi membentuk Presidium Ormas Kota Bogor.
Pembentukan wadah kolektif ini merupakan inisiatif dari tujuh pimpinan ormas yang memiliki visi serupa dalam menjaga stabilitas, merawat kerukunan, serta mengawal pembangunan di Kota Bogor. Adapun tujuh kekuatan besar yang tergabung dalam presidium ini meliputi :
GIBAS Kota Bogor
BPPKB Banten Kota Bogor
LMPI (Laskar Merah Putih Indonesia) Kota Bogor
PPM (Pemuda Panca Marga) LVRI Kota Bogor
Laskar NKRI Kota Bogor
PPBNI (Patriot Pemersatu Banten Nasional) Satria Banten Kota Bogor
GRIB (Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu) Kota Bogor
Pernyataan Inisiator
Sebagai bagian dari momentum deklarasi tersebut, para tokoh inisiator menyampaikan pandangan dan komitmennya :
Umar Jagad (Ketua GIBAS Kota Bogor) :
“Malam ini kita meletakkan batu pertama bagi fondasi persatuan di Kota Bogor. Presidium ini bukan tentang siapa yang paling kuat, melainkan tentang bagaimana kita bersama-sama menjadi kekuatan positif bagi lingkungan. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran Ormas adalah pemberi rasa aman dan benteng bagi kondusivitas Kamtibmas.”
Endin, S.H. (Ketua LMPI Kota Bogor) :
“Secara konstitusional dan moral, kami memandang perlu adanya satu wadah komunikasi yang sehat. Melalui Presidium ini, kami menyatukan persepsi untuk mendukung penuh program-program strategis pemerintah. Kami siap berkolaborasi dan menjadi bagian dari solusi dalam setiap dinamika sosial.”
Untuk mengikat semangat tersebut, Presidium Ormas Kota Bogor secara resmi memperkenalkan yel-yel yang menjadi ruh perjuangan mereka:
“BERSATU, KUAT, TANGGUH, JAYA!”
Filosofi Perjuangan : Mengurai Makna di Balik Kata
Semboyan tersebut bukanlah sekadar barisan kata tanpa makna, melainkan sebuah manifestasi dari empat pilar filosofis yang saling berkesinambungan :
1. Bersatu: Fondasi Awal Pergerakan
Segala sesuatu dimulai dari niat untuk melebur. Bersatu melambangkan penggabungan berbagai elemen organisasi dalam satu wadah tanpa memandang perbedaan latar belakang. Tanpa kebersamaan yang tulus sebagai fondasi awal, tujuan besar untuk menjaga Kota Bogor mustahil dapat tercapai.
2. Kuat: Lahirnya Kekuatan Kolektif
Dari persatuan yang kokoh, secara otomatis akan lahir energi yang Kuat. Kekuatan ini bukan untuk menunjukkan dominasi fisik, melainkan kekuatan posisi tawar yang solid dan kedisiplinan tinggi. Dengan kolektivitas ini, Presidium memiliki pengaruh nyata dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.
3. Tangguh: Mentalitas Pantang Menyerah
Kekuatan tersebut kemudian diuji oleh waktu melalui sikap Tangguh. Ini mencerminkan daya tahan dan mentalitas baja para anggota Presidium. Mereka tidak akan goyah saat menghadapi tantangan, kritik, maupun hambatan dalam menjalankan fungsi kontrol sosial serta program kerja di lapangan.
4. Jaya: Puncak Pengabdian dan Integritas
Sebagai muara dari perjalanan tersebut, muncullah kata Jaya. Ini adalah hasil akhir dan puncak pencapaian yang diharapkan. Jaya berarti sukses membawa manfaat nyata bagi anggota dan warga Kota Bogor, serta memastikan organisasi tumbuh sebagai lembaga yang dihormati karena integritasnya.
Melalui narasi persatuan dan filosofi yel-yel yang mendalam ini, Presidium Ormas Kota Bogor kini siap melangkah sebagai mitra strategis pemerintah untuk mengawal “Kota Hujan” menjadi wilayah yang lebih aman, harmonis, dan maju.
Acara puncak ditutup dengan prosesi jabat tangan kolektif para pimpinan. Pose simbolis ini merupakan manifestasi nyata dari peleburan ego sektoral demi kepentingan yang lebih besar. Jabat tangan tersebut menjadi pesan kuat bagi seluruh anggota di akar rumput bahwa Persatuan dan Kesatuan adalah harga mati.















